Jangan sampai Anda dikenal sebagai bos yang tak toleran, suka
marah-marah, atau terlalu subyektif. Nah, berikut sejumlah tips agar
Anda menjadi atasan yang bijak dan disayang rekan kerja.
Tulus dan Adil
Memimpin tim kerja membutuhkan kecakapan atau skill. Namun, tak cuma itu, sebagai atasan, Anda juga harus bisa bersikap tulus dan adil. Tulus membagi pekerjaan, tulus memimpin, juga adil dalam memaksimalkan keunggulan setiap karyawan yang tergabung dalam tim.
Memimpin tim kerja membutuhkan kecakapan atau skill. Namun, tak cuma itu, sebagai atasan, Anda juga harus bisa bersikap tulus dan adil. Tulus membagi pekerjaan, tulus memimpin, juga adil dalam memaksimalkan keunggulan setiap karyawan yang tergabung dalam tim.
Jangan sampai Anda menugaskan orang di tempat yang salah. Yang tak
kalah penting, Anda pun harus selalu siap membantu bawahan menemukan
peluang untuk memperbaiki kekurangan mereka.
Mau Terus Belajar
Meski posisi sudah berada pada level manajemen, bukan berarti Anda lebih pintar, lebih berpengalaman, atau lebih jago ketimbang karyawan lain. Meski sudah menjadi bos, Anda harus tetap mau belajar.
Meski posisi sudah berada pada level manajemen, bukan berarti Anda lebih pintar, lebih berpengalaman, atau lebih jago ketimbang karyawan lain. Meski sudah menjadi bos, Anda harus tetap mau belajar.
Apa saja yang sekiranya Anda rasakan masih belum dikuasai, jangan
pernah malu untuk bertanya, meski kepada bawahan. Menggali ilmu tak
kenal umur dan posisi jabatan.
Diakui atau tidak, cara ini akan membuat Anda dianggap telah ikut
berkontribusi dalam kemajuan bawahan. Rentang jarak antara Anda dan
bawahan tak perlu dijadikan batu penghalang untuk sama-sama maju.
Menjadi pintar bersama tentu akan lebih menyenangkan, ketimbang pintar
sendirian.
Atur Emosi
Jika masih berusia muda, bisa jadi Anda sering terpancing dan tak mampu mengatur emosi yang masih suka meledak-ledak. Kemarahan ini, selain tak baik bagi kesehatan, tentu akan memicu stres berkepanjangan. Amarah pun biasanya akan terbawa hingga ke rumah. Akibatnya, keluarga akan terkena imbasnya.
Jika masih berusia muda, bisa jadi Anda sering terpancing dan tak mampu mengatur emosi yang masih suka meledak-ledak. Kemarahan ini, selain tak baik bagi kesehatan, tentu akan memicu stres berkepanjangan. Amarah pun biasanya akan terbawa hingga ke rumah. Akibatnya, keluarga akan terkena imbasnya.
Jadi, mulailah belajar mengontrol amarah terhadap kinerja tim.
Jangan pernah memarahi, memaki, dan menegur bawahan di depan umum. Cara
ini secara tak langsung akan memengaruhi mental mereka.
Bisa-bisa mereka tak semangat lagi bekerja dan merasa tertindas.
Bawahan bukanlah budak yang bisa Anda perlakukan semaunya. Mereka adalah
manusia yang tak luput dari kesalahan.
Bangunlah mental kerja positif mereka. Lebih baik, panggil mereka ke
dalam ruangan Anda, lalu sampaikan kesalahan apa yang telah diperbuat.
Buatlah agar dari kesalahan itu mereka belajar dan berbuat lebih baik
lagi
Jangan Subyektif
Tak jarang ada atasan yang sangat subyektif menanggapi setiap pribadi bawahannya. Sehingga, biasanya tanpa sadar, Anda akan lebih condong ke bawahan yang satu dibandingkan yang lainnya.
Tak jarang ada atasan yang sangat subyektif menanggapi setiap pribadi bawahannya. Sehingga, biasanya tanpa sadar, Anda akan lebih condong ke bawahan yang satu dibandingkan yang lainnya.
Dengan kata lain, Anda menemukan chemistry dengannya. Untuk urusan kerja, secara profesional, lebih baik Anda singkirkan hal-hal semacam ini.
Sebab, ini bisa menjadi pemicu rusaknya kekompakan tim kerja.
Karyawan lain pasti akan merasa dianaktirikan, sementara yang lain
merasa sudah di posisi aman karena dekat dengan Anda.
Perlakukan semua bawahan dengan cara yang sama. Buatlah agar
keunggulan mereka bisa berguna semaksimal mungkin demi kemajuan
perusahaan, sekaligus menutupi kekurangan bawahan yang lain. Sehingga,
satu sama lain akan saling membutuhkan. Hasilnya, sebuah tim kerja yang
solid.
Keberhasilan Tim adalah Kemenangan Anda
Jangan bekerja sendirian. Bekerjalah sebagai pemimpin yang mendelegasikan pekerjaan dengan baik ke bawahan dalam tim kerja. Ajari mereka bekerja secara efektif, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada hasil akhir.
Jangan bekerja sendirian. Bekerjalah sebagai pemimpin yang mendelegasikan pekerjaan dengan baik ke bawahan dalam tim kerja. Ajari mereka bekerja secara efektif, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada hasil akhir.
Ingat, keberhasilan dan kesuksesan mereka merupakan kemenangan Anda.
Apa jadinya bila Anda memiliki bawahan yang tak cakap dan tak
berkembang? Anda sendiri yang repot kan?
Semakin sulit pekerjaan yang mampu mereka pecahkan, itu merupakan
sarana baik untuk berkembang. Tanpa ini semua, secara tak langsung Anda
telah memasung kreativitas karyawan. Nah, tunggu apa lagi? Bangunlah tim kerja dengan menciptakan manusia yang berkualitas. Dijamin, Anda akan dihargai sebagai bos yang peduli kepada kemajuan bawahan.
Jalin Persahabatan
Tak sedikit atasan yang merasa gengsi bergabung bersama bawahannya. Juga tak jarang, atasan yang suka memilih-milih siapa bawahan yang pantas menemaninya makan siang.
Tak sedikit atasan yang merasa gengsi bergabung bersama bawahannya. Juga tak jarang, atasan yang suka memilih-milih siapa bawahan yang pantas menemaninya makan siang.
Ingat, karyawan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Jalinlah
persahabatan dengan semua karyawan di semua level. Dengan begitu, Anda
tak menutup diri bergaul dengan yang lebih tua ataupun yang lebih muda.
Jangan pernah takut tersaingi oleh mereka yang lebih muda.
Apa yang Anda lakukan akan menjadi contoh bagi bawahan yang masih
muda. Tak bisa dipungkiri, Anda telah menjadi bagian berarti dalam
perjalanan kesuksesan karier mereka kelak. Dan yang terpenting, Anda
telah menjadi sahabat yang bernilai positif bagi mereka.

About Us
Contact Us
Facebook
Twitter
Email
Video
Musi
Data
RSS Feed

