Benarkah Apophis akan mengakhiri nasib Bumi tahun 2036? Kalau sebelumnya cosmos4u sudah melakukan konfirmasi dengan Don Yeoman dari NEO tentang kemungkinan tabrakan tersebut, kali ini secara resmi pihak NASA-lah yang mengeluarkan rilis berita tentang kemungkinan tabrakan Apophis serta berita yang sedang beredar tersebut.
Dalam berita sebelumnya, Nico Marquardt, seorang siswa berusia 13
tahun, menyatakan Apophis akan menabrak Bumi dalam perbandingan 1:450.
Berita yang beredar juga menyebutkan kalau Nico dan NASA sudah mencapai
kesepakatan, bahkan NASA telah mengakui kalau ada kesalahan dalam
perhitungan mereka.
Dari kantor Near-Earth Object (NEO) Program di NASA’s Jet
Propulsion Laboratory, Pasadena, Calif, dinyatakan bahwa NEO tidak
pernah merubah estimasi yang ada saat ini terhadap kemungkinan tabrakan
Apophis. Apophis tetap akan memiliki kemungkinan tabrakan yang rendah
dengan Bumi yakni 1 : 45000 di tahun 2036. Bahkan NASA khususnya dari
NEO Program menyatakan, para peneliti mereka belum pernah melakukan
kontak maupun korespondensi dengan siswa tersebut.
Dalam berita sebelumnya, dinyatakan Nico Marquardt melakukan
perhitungan terhadap kemungkinan tabrakan antara asteroid Apophis dengan
satelit buatan sepanjang close encounter (pertemuan terdekat) degan
Bumi pada tahun 2029.
Sayangnya, pada tahun 2029 saat asteroid Apophis tersebut mendekati
Bumi, ia tidak akan melewati area di dekat sabuk utama satelit
Geosynchronous. Dengan kata lain, kesempatan terjadinya tabrakan dengan
satelit buatan sangat jauh.
Karena itu, pertimbangan skenario kemungkinan tabrakan dengan satelit
tetap tidak akan mempengaruhi kemungkinan tabrakan yang sudah
diperhitungkan saat ini, yakni satu berbanding 45.000.
NASA, khususnya program NEO, bertugas untuk mendeteksi dan mencari
jejak asteroid dan komet yang melintas dekat Bumi. Mereka akan mencari
dan menghitung jejak orbit si objek untuk menentukan apakah peristiwa
itu berbahaya bagi Bumi atau tidak.

About Us
Contact Us
Facebook
Twitter
Email
Video
Musi
Data
RSS Feed

