Usaha menjalin kembali komunikasi dengan pesawat luar angkasa itu terus diusahakan sepanjang hari Rabu.
Wahana, yang menurut rencana akan dikirim ke salah satu satelit alam planet Mars itu, berhasil membalas sinyal yang dikirim oleh stasiun pemantau Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) di Perth, Australia.
Menurut juru bicara ESA, Bernhard von Weyhe, pihaknya telah membantu pihak Rusia melacak keberadaan Phobos-Ground sejak 10 hari lalu.
Pihak badan luar angkasa Rusia, Roscosmos, menyatakan, para pakar perjalanan luar angkasa Rusia dan Eropa akan berkoordinasi untuk menentukan langkah lebih lanjut guna mengontak Phobos-Ground. Keberhasilan menangkap sinyal Phobos-Ground memunculkan harapan bahwa perjalanan wahana tersebut ke orbit Mars bisa dilanjutkan.
Pesawat seharga 170 juta dollar AS itu terkatung-katung di orbit Bumi setelah salah satu roket pendorong yang seharusnya mendorong pesawat ke jalur perjalanan Phobos gagal menyala. Phobos-Ground diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada 8 November menggunakan roket Zenit-2SB41.
Misi wahana itu adalah mendarat di permukaan Phobos, satu dari dua satelit alam Mars, mengambil sampel tanah dan batuan di sana, kemudian kembali ke Bumi. (AP/DHF)

About Us
Contact Us
Facebook
Twitter
Email
Video
Musi
Data
RSS Feed

